16 Februari 2016

Tips Backpackeran Aman

Foto : Daniel
Sebenarnya, traveling itu nggak melulu mahal. Ada banyak cara untuk jalan-jalan murah. Menjadi backpacker atau berjalan-jalan ala backpacker yang merupakan salah satu cara untuk jalan-jalan murah. Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan jadi backpacker itu ribet karena semuanya harus diurusin sendiri. Backpacker kini menjadi salah satu gaya berpergian favorit bagi wisatawan. Dengan backpacker, Anda akan merencanakan perjalanan sendiri, mengatur bujet sendiri, hingga menentukan pilihan sendiri ke mana Anda akan melangkah.


Inilah tips untuk backpackeran aman yang sangat berguna untuk para backpacker (pemula) :

  • Cari Referensi Sebanyak Mungkin!

Melalui pencarian di internet, Anda mungkin mendapat banyak informasi tentang tempat tujuan. Tapi ingat, jangan puas dengan informasi yang sudah Anda dapatkan. Referensi yang terlalu sedikit, lebih berbahaya dari pada jadwal perjalanan yang terlalu ketat. Ada baiknya, Anda lebih mempelajari secara detil tentang bahasa lokal, norma-norma budaya, sejarah, dan juga letak geografis destinasi tujuan.

Refrensi ini juga bisa dicari dengan bergabung dengan grub-grub backpacker yang ada di facebook terutama kota yang akan kita tuju. Namun perlu di ingat, waspada pada teman baru itu penting untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Cari Grub yang aktif untuk memperkecil resiko, syukur-syukur kalau resiko itu tidak terjadi.

  • Usahakan Hanya Membawa 1 Ransel
Semakin berat beban bawaan anda, semakin berat beban yang harus ditopang oleh tubuh anda. Tentukan apa yang akan dibawa dan berapa banyak, akan mempermudah anda melakukan perjalanan secara nyaman. Ingat semakin banyak anda membawa barang bawaan semakin banyak yang harus anda jaga. Pilih pakaian dan sepatu yang nyaman dan tidak memerlukan perawatan khusus. Buatlah daftar barang bawaan agar rapi dan menghindarkan dari barang tertinggal atau tertukar. Namun jangan lupa bawa kamera ya.... Karena gak ada foto hoax katanya.hehehe

  • Atur Pengeluaran Pribadi
Pintar – pintarlah merinci sedetil mungkin biaya perjalanan dari awal. Perkiraan transport, menginap, harga akomodasi menuju tempat wisata, biaya taxi, makan, jajan, pulsa, sumbangan sukarela dll. Itu adalah nyawa dari seorang backpacker. Cari segala Informasi pengeluaran biaya di internet. Banyak sekali kok teman yang mau sharing pengalaman beserta rinciannya. Yang perlu di ingat jika menemukan harga dalam sebuah artikel, ada baiknya di lebihkan karena mengingat harga yang ditulis oleh penulis kemungkinan sudah kadarluarsa. Siapkan dana tak terduga ditempat yang aman untuk keperluan emergency.

  • Belajar Dari Kesalahan Teman
Hal terbaik untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat traveling. Baiknya, Anda mengikuti saran teman sebelum memulai perjalanan. Traveling adalah kombinasi spontanitas, kerendahan hati, keyakinan, dan disiplin. Namun, untuk menyatukan hal-hal tersebut tidaklah mudah. Melalui saran teman yang sudah melakukan perjalanan ke destinasi tujuan anda, pasti banyak informasi atau pengalaman menarik yang dapat menjadi acuan.

  • Destinasi Backpacker (Pemula)
Destination untuk para backpacker pemula harus ke kota yang tingkat keramahannya paling tinggi. Jangan nekat backpackeran ke daerah rawan kriminalitas, bisa-bisa dicopet karena bawa banyak tas. Uji coba backpacker ke jogja atau backpacker ke bali dulu, Jember juga boleh,,, orangnya ramah-ramah lho, apa lagi ketemu mimin bech... pasti pecah deh liburan kamu. lha kok promosi. OK kembali ke topik

Bagi para Backpacker yang baru pertama kali traveling, ingat dan pelajari tips diatas. Jangan lupa untuk terus waspada sepanjang jalan, tapi tetap menikmati tiap momen yang Anda temui di tempat-tempat yang baru.

Salam hangat dari kota kecil Jember.

15 Februari 2016

Gathering Nasional Ke-3, Jogyakarta MUJOSLAMET (Mubeng Jogja Sak Mumete)

Foto by Fika
 MUJOSLAMET - Kali ini Jember Backpacker dapat undangan dari teman - teman Backpacker Indonesia untuk mengikuti Gathering Nasional yang di adakan di Kota Jogjakarta. Tujuan dari adanya acara ini adalah untuk saling menyambung silaturrahmi, sharing tentang kegiatan kebackpackeran, tentang berdiri dan berjalannya rumpun besar yang disebut Backpacker Indonesia atau yang biasa di singkat BPI. Disini kami berpartisipasi dan ikut meramaikan acara ini sebagai peserta. Bukan hanya dari Jember, acara ini juga dihadiri oleh beberapa regional lain seperti Surabaya, Bandung, Jabodetabek, Tangerang, Bali, Palembang, dan beberapa regional lainnya.

Kami yang saat itu untuk pertama kalinya bergabung merasa canggung karena akan bertemu dengan sesama penyuka perjalanan dan petualangan, namun karena memiliki kesamaan hobi sehingga tak sulit untuk kami bergaul dan bercengkrama dengan mereka. Mereka juga tak saling membedakan dan menerima kehadiran kami dengan tangan terbuka.

Jember Backpacker mengirimkan 9 orang perwakilannya. Mereka adalah Iqee, Azi, Ayu, Marwa, Imam, Fendi, Bitha, Dav dan istri.  Namun karena suatu kendala sehingga kami tidak berangkat bersama - sama dari Jember. Lima orang yakni Iqee, Amzi, Ayu, Marwa, dan Imam berangkat bersama - sama menggunakan kereta Sri Tanjung pada pukul 9 Pagi. Mereka ketambahan Andri yang juga akan berangkat ke Jogja, Andri sendiri mewakili Regional Surabaya. Sedang Bitha dan Fendy harus menyusul bersama teman - teman Regional Surabaya menggunakan bus di karenakan masih harus bekerja terlebih dahulu sehingga baru bisa berangkat pada malam harinya. Dav dan istri berangkat dari Semarang karena alasan pekerjaan.

Acara ini di jadwalkan di mulai pada tanggal 23 Mei 2015 dan berakhir pada 24 Mei 2015. Nantinya peserta dari seluruh regional di lebur menjadi kelompok - kelompok, lalu kemudian mereka di beri map, uang saku beserta note book untuk mengeksplor Jogja bersama kelompok masing - masing. Eitss, bukan hanya sekedar eksplor, di tiap pos akan ada game yang seru - seru. Eksploring yang di lakukan juga menguji kemampuan dan pengetahuan mereka sebagai pejalan, bagaimana cara agar cepat sampai di tujuan, cara mencari tumpangan murah dan hemat biaya, serta tim work.

Beberapa tempat yang wajib di datangi di antaranya Tugu Monumen, Keraton, dan Kota Gede. Start tempat acara sendiri adalah di Pakualaman dan finish di Youth Centre. Setibanya di finish, masing - masing peserta di minta membuat rangkuman perjalanan, ya semacam cerita pendek tentang perjalanan yang mereka alami hari itu dan menulis sisa uang yang telah di berikan oleh panitia sebelumnya, ini untuk mengetahui seberapa pintar peserta dalam memenejemen perjalanan mereka. Di Youth Centre sendiri, peserta telah di sediakan tempat untuk beristirahat dan beberapa hidangan pastinya. :D